Kamis, 07 Agustus 2014

Budidaya Seledri


Budidaya seledri organik dalam pot
Budidaya Seledri 
Oleh : Sri Astuti, S.Pt. (PPL Kel. Dalam Kec. Taliwang)

Daun seledri sering dijadikan penyedap masakan. Kebutuhannya sedikit tapi harus ada. Tanaman seledri mudah dibudidayakan secara organik dalam pot atau polybag.
Tanaman seledri (Apium graveolens) termasuk dalam keluarga Umbelliferae, tanaman yang sering dijadikan herba atau tanaman berkhasiat obat. Daun seledri dikonsumsi sebagai lalapan dan penghias hidangan. Bijinya dijadikan bahan penyedap dan ekstrak minyak seledri dimanfaatkan sebagai obat.
Usaha tani budidaya seledri sangat cocok dilakukan di dataran tinggi dengan ketinggian 1000-1200 meter dari permukaan laut. Namun tanaman ini masih toleran ditumbuhkan di dataran rendah. Tanaman ini kurang tahan terhadap curah hujan tinggi.
Jenis tanah yang dikehendaki dalam budidaya seledri adalah tanah yang gembur dan mengandung banyak bahan organik. Tanaman ini tumbuh baik pada tingkat keasaman tanah pH 5,5-6,5. Apabila tanah terlalu asam sebaiknya tambahkan kapur atau dolomit.

Cara menanam seledri

Terdapat dua cara menanam seledri yaitu perbanyakan generatif (dari biji) dan perbanyakan vegetatif (dari anakan). Perbanyakan generatif biasanya diterapkan untuk budidaya seledri skala luas atau komersial. Untuk budidaya skala pekarangan seperti dalam pot atau polybag, perbanyakan secara vegetatif lebih mudah dilakukan.
Perbanyakan generatif dmulai dengan menyemaikan biji terlebih dahulu. Setelah biji tumbuh menjadi bibit, baru dipindahkan ke dalam pot atau polybag. Berikut langkah-langkahnya:
  • Sebelum biji disemai, rendam terlebih dahulu dalam air hangat kuku (50-60 derajat celcius) selama 1 jam.
  • Siapkan tempat persemaian berupa bedengan atau baki semai. Media semai terdiri dari campuran tanah dan kompos yang telah diayak dengan perbandingan 2:1. Baca cara membuat media persemaian.
  • Berikan naungan dengan plastik bening pada bedengan semai untuk menlindungi tanaman dari kucuran air hujan langsung dan terik matahari.
  • Buat alur garitan di atas bedengan sedalam 0,5 cm dengan jarak antar alur 10-20 cm. Tebarkan benih ke dalam alur tersebut dan tutup tipis dengan tanah lalu siram untuk mempertahankan kelembabannya.
  • Siram dengan air secukupnya setiap pagi atau sore untuk mempertahankan kelembaban media persemaian. Media jangan terlalu basah dan jangan pula sampai kekeringan.
  • Bibit siap dipindahkan ke pot atau polybag setelah 1 bulan atau setelah tumbuh 3-4 helai daun.
Perbanyakan vegetatif biasanya dilakukan apabila kita telah memiliki tanaman seledri sebelumnya. Cara perbanyakannya, ambil anakan yang terdapat dalam rumpun tanaman seledri yang telah ada. Kemudian pindahkan ke pot atau polybag baru. Selanjutnya tanaman bisa diperbanyak dari rumpun seledri yang tumbuh.
Setelah bibit siap dipindahkan, siapkan pot atau polybag ukuran sedang. Isi dengan media tanam yang terdiri dari campuran tanah, kompos dan arang sekam dengan perbandingan 1:1:1. Ayak terlabih dahulu bahan-bahan tersebut. Penggunaan arang sekam tujuannya agar media tanam memiliki porositas yang baik dan bobot media menjadi ringan sehingga pot atau polybag gampang dipindahkan. Apabila tidak ada arang sekam bisa diganti dengan sekam padi, jerami padi atau serbuk gergaji. Hati-hati dalam membuat media tanam, gunakan bahan-bahan yang bebas dari hama dan penyakit.

Perawatan budidaya seledri

Lakukan penyiraman setiap pagi dan sore hingga tanaman berumur satu minggu. Setelah itu frekuensi penyiraman cukup dilakukan 2-3 kali dalam satu minggu. Tergantung pada kondisi cuaca, usahakan media tidak terlalu becek atau kering.
Untuk budidaya seledri organik pemberian pupuk organik cair sangat efektif diberikan sebagai pupuk susulan. Pupuk organik cair banyak dijual di toko-toko pertanian dalam berbagai merek, atau bisa juga dibuat sendiri. Silahkan baca cara membuat pupuk organik cair. Selain pupuk cair bisa juga digunakan pupuk kompospupuk kandang atau pupuk hayati.
Encerkan pupuk organik cair sebelum disiramkan pada tanaman. Biasanya 10 ml pupuk cair diencerkan dengan 1 liter air sebelum digunakan. Untuk lebih khsususnya ikuti petunjuk yang terdapat dalam kemasan pupuk tersebut. Siramkan pupuk yang telah diencerkan dengan dosis 100 ml per polybag. Frekuensi pemupukan dilakukan setiap 1-2 minggu sekali.
Budidaya seledri dalam pot atau polybag sebenarnya relatif jarang terkena hama atau penyakit. Namun pada budidaya seledri skala luas serangan banyak dijumpai. Tidak ada salahnya kita mengetahui jenis-jenis hama dan penyakit tersebut.
Terdapat beberapa hama yang sering dijumpai dalam budidaya seledri. Beberapa diantaranya adalah ulat tanah, keong, kutu dan tunggau. Hama-hama tersebut bisa diberantas dengan dipungut langsung dengan tangan. Apalagi untuk penanaman dalam polybag.
Sedangkan jenis-jenis penyakit budidaya seledri adalah cercospora, bercak septoria dan virusaster yellow. Untuk menghindari serangan penyakit-penyakit itu, lakukan pencegahan sejak dini. Pencegahan dilakukan sejak pemilihan benih, menjaga sanitasi kebun dan pemupukan yang baik.
Apabila serangan penyakit menghebat, bisa dilakukan penyemprotan dengan pestisida organik. Silahkan baca mengenai pengendalian penyakit dengan pestisida organik.

Panen budidaya seledri

Panen budidaya seledri bisa dilakukan berkali-kali. Panen pertama biasanya terjadi setelah tanaman berumur 1-3 bulan setelah tanam, tergantung varietasnya. Pertumbuhan seledri dikatakan telah maksimum setelah daunnya rimbun dan anakannya banyak.
Seledri dipanen dengan cara memotong pangkal batang secara periodik. Frekuensi pemanenan bisa dilakukan 1-2 minggu sekali. Panen berakhir apabila pertumbuhan anakan sudah tidak produktif lagi. Panen bisa juga dilakukan dengan dicabut.
dari berbagai sumber bacaan

Cara Membuat Jahe Instan

CARA MEMBUAT JAHE INSTAN
Oleh : Rita Sastriana,S.T.P
(Penyuluh BP3K Kec. Taliwang)


Jahe, tanaman dengan nama latin Zingiber officinale, merupakan tanaman obat berupa tumbuhan rumpun berbatang semu. Jahe termasuk dalam suku temu-temuan (Zingiberaceae), seperti temulawak  (Cucuma xanthorrizha), kunyit (Curcuma domestica), temu hitam (Curcuma aeruginosa) dan lain-lain. Umumnya jahe dikenal menjadi tiga varietas, yaitu jahe putih/kuning besar atau disebut jahe gajah atau jahe badak, jahe putih/kuning kecil atau disebut juga jahe sunti atau jahe semprit dan jahe merah. Dan yang biasa dibuat untuk bahan instan adalah jahe merah karena rasanya yang lebih pedas dari jenis jahe yang lainnya. Rasa pedas ini disebabkan oleh senyawa keton bernama zingeron.
Jahe, tanaman yang berasal dari Asia Pasifik yang tersebar dari India sampai cina ini, bukan hanya dimanfaatkan sebagai bumbu masak saja tetapi juga dapat digunakan sebagai  bahan minuman dan obat tradisional. Manfaat jahe secara pharmakologi adalah sebagai  karminatif (peluruh kentut), anti muntah, pereda kejang, anti pengerasan pembuluh darah, anti rematik serta merangsang pengeluaran getah lambung.
Menjelang musim hujan, wedang jahe adalah salah satu minuman penghangat badan yang menjadi pilihan keluarga untuk menghalau dingin dan flu. Membuat sendiri jahe instan tidaklah sulit dan sangat sederhana. Selain terjaga kualitas  dan higienis bahan olahan, membuat sendiri tentu lebih murah dan hemat. Adapun langkah-langkah mengolah jahe menjadi jahe instan siap seduh adalah sebaga berikut :
¨    Bahan :
-     Jahe ½ kg
-     Rempah – rempah ( 5 serai, 1 kayu manis, 20 cengkeh, ½ sendok adas, 7 buah kapulaga)
-     Gula pasir putih 1 kg
-     Madu secukupnya jika diperlukan
¨    Cara membuat :
1.    Umbi jahe dibersihkan dengan air mengalir sampai bersih dari kotoran, lalu diiris tipis-tipis (jika akan diblender dan ditambahkan air secukupnya). Selain diblender, jahe juga bisa diparut.
2.    Peras hasil parutan/blender dan kemudian saring, airnya diendapkan agar terpisah dengan patinya selama 2-3 jam.
3.    Rebus rempah-rempah dengan ditambah 2 gelas air sampai mendidih dan menjadi 1 gelas kemudian saring. Sisihkan.
4.    Air perasan jahe atau sari jahe dicampur dengan air rempah lalu direbus sampai mendidih (kira-kira selama 30 menit). Angkat dan tambahkan gula dan madu secukupnya.
5.    Panaskan kembali campuran tadi diatas api sedang dan sambil diaduk hingga mengental dan berbentuk buih.
6.    Setelah agak mengental, api dikecilkan. Aduk terus hingga mengkristal, api dimatikan tetapi pengadukan terus dilakukan sambil menghancurkan serbuk yang menggumpal.
7.    Setelah semua bahan 100% menjadi homogen, angkat dan diayak, akan didapatkan bubuk halus. Sampai kondisi ini jika disimpan serbuk akan tahan selama 6 bulan.
8.    Selamat mencoba... J*(RS)
*(dari berbagai sumber)

Jahe yang sudah diparut ditambah air dan diperas untuk diambil sarinya


Sari jahe yang sudah terpisah dengan patinya,
 perebusan sari jahe bersama air rempah selama 30 menit


Sari jahe yang sudah dicampurkan
 gula putih dan sudah mengental









Serbuk jahe homogen 100%

 serta yang sudah diayak siap untuk  dikonsumsi dan dikemas

Pengubinan Tanaman Padi, Hindari Petani dari Kerugian sistem jual secara IJON

Pengubinan Tanaman Padi, Menghindari Petani dari Sistem Ijon
Oleh ; Sri Astuti, S.Pt. ( Penyuluh Pertanian Kelurahan Dalam Kec. Taliwang)



Pengubinan merupakan istilah yang biasa digunakan oleh petugas pertanian maupun statistic untuk menghitung secara cepat dan sederhana hasil panen produk pertanian tidak hanya padi sawah. Namun teknik ini paling umum digunakan untuk memperkirakan potensi hasil gabah dalam luasan 1 hamparan ( 1 ha ). Untuk melakukan pengubinan ini ada tahapan-tahapan yang harus dilalui oleh siapa saja yang ingin menghitung potensi hasil tanamannya.  Prosesnya sangat sederhana, petani pun bisa melakukannya. Proses yang pertama kali harus dilakukan adalah hari yang tepat untuk pengubinan dan diupayakan tanaman padi yang akan diubin sudah benar-benar siap untuk dipanen ( fisiologis dan umurnya sudah tepat ). Alat ukur pengubinan juga harus disiapkan, alat berupa besi,besi yang dirangkaikan satu sama lain ukuran luasnya 2,5 m2, beserta alat timbangnya. Kemudian buku panduan BPS untuk mencari random kotak ubinan yang akan di ambil sebagai sample perhitungannya.
Fungsi kegiatan pengubinan adalah para petani bisa mengetahui perkiraan potensi hasil dari tanaman padi mereka, hal ini bermanfaat agar petani tidak diperdaya oleh sistem jual ijon yang hanya memperkirakan harga perluasan lahan yang ada. contohnya seorang petani memiliki lahan sawah yang telah ditanami padi dan siap penen, lahan tersebut sudah ditawar  oleh para pengijon seharga 17,5 juta rupiah untuk hasil gabah yang dipanen 1 ha milik petani tersebut, ternyata setelah menghitung sendiri bahwa potensi panen yang diperkirakan dari hasil ubinan dilokasi petani tersebut diperoleh data 4750 grm untuk luasan 2,5 m x 2,5 m dengan sistem tanam jejer legowo 4:1, maka prediksi hasil panen yang diperoleh adalah : 1 ha / luasan pengubinanan diperoleh angkan 16, kemudian angka faktor ini dikaliakan dengan hasil pengubinan dalam satuan kg, sehingga dari data tersebut dapat di prediksi hasil penen gabah petani tersbeut adalah ( 4,75 kg x 16 = 76 kwintal gabah panen dan jika dijual maka hasilnya adalah = (76 kwintal x Rp. 350.000 = Rp. 26.600.000), ternyata hasil panen bisa mencapai 2 x lipat dari prediksi pedangang ijon. 
Petani akhirnya mulai berpikir kembali untuk menjual padinya kepada pengijon. kegiatan pengubinan bisa membuka pengetahuan mereka tentang prediksi produksi gabah panennya,  Walaupun terkadang secara tidak sadar kegiatan ini hanya sekedar menghitung hitung namun secara social hal ini  bisa berdampak perubahan yang sangat baik bagi kesadaran petani yang selama ini masih terjerat pola pikir ijon. Kegiatan ini juga bisa menjadi sarana bagi penyuluh pertanian dalam membuka wawasan pola pikir petani tentang teknologi pertanian, karena metode pengubinan juga menerapkan metode dan teknik teknik yang membutuhkan pembelajaran terlebih dahulu.
Oleh karene itu dalam setiap kegiatan pengubinan penyuluh tidak hanya melakukanya bersama petugas dari BPS namun juga melibatkan petani sebagai pelaku utama dalam kegiatan pengubinan. 
Kegiatan pengubinan yang dilakukan di wilayah kerja penyuluh pertanian Kelurahan Dalam Kecamatan Taliwang pada musim tanam MK 1 tahun 2014 adalah : 

Kelompok Tani Petani Varitas Luas Lahan Hasil Ubinan Prediksi Gabah Panen 
Menir Putih Aminolah Situbagendit 1,25 ha 42306,768 ton / ha
Ahmad M. Zain Situbagendit 0,542006,720 ton /ha 
Lebok Raya A. Muis Ciherang 2 ha45607,296 ton / ha 
Candra Situbagendit 1  ha 43006,880 ton / ha 
Muhsen Ciherang 0,444007,040 ton/ha 



Sumber Data : data primer penyuluh (hasil ubinan MK1 2014)